Senin, 13 Januari 2020

Inilah beberapa sensor pada motor injeksi dan fungsinya

ECU bakal mengolah data yang dikirim sensor-sensor yang sesuai dengan kondisi mesin, di mana pada saat mesin berputar idel, putaran tinggi, mesin saat tetap dingin, mesin saat panas. ECU bakal bertugas mengatur berapa tak sedikit bahan bakar alias udara yang diperlukan oleh mesin, kapan saatnya bagi pengapian untuk bekerja yang telah disesuaikan dengan kondisi mesin sesuai laporan dari sensor-sensor.

Inilah beberapa sensor pada motor injeksi dan fungsinya

Inilah berbagai sensor pada motor injeksi serta manfaatnya :
1. Sensor IAT (Intake Air Temperature)
IAT sensor ini bertugas menyesuaikan rasio perubahan suhu pada intake, kemudian info bakal diterima ECU serta jumlah bahan bakar bakal dikirim sesuai dengan kondisi suhu mesin. IAT bekerja dengan tutorial mendeteksi suhu udara yang melalui throttle body serta mengubah suhu menjadi sinyal listips yang dikirim ke ECU. Dengan adanya sensor IAT, jumlah bahan bakar yang diinjeksikan bakal rutin pada tingkat yang optimal.

2. Sensor Air Flow Meter
Sensor ini mempunyai manfaat mendeteksi ajaran udara (volume) yang masuk ke intake manifold. Air flow meter berupa potensio yang dibekali dengan pegas pengembali serta measuring plate. Besar kecilnya udara yang masuk bakal berpengaruh pada putaran potensiometer. Sebab potensiometer berputar maka tegangan output dari potensiometer juga berubah. Besarnya tegangan dari potensiometer diterima ECU sebagai signal

3. Throttle Position Sensor (TPS)
TPS terpasang pada throttle body. Sensor ini mendeteksi besarnya bukaan throttle dalam bentuk kualitas tahanan. Sama seperti air flow meter, TPS juga memakai potensiometer. Tutorial kerjanya sama, ketika throttle berputar, potensiometer juga ikut berputar serta kualitas tahanan juga berubah. Sebab kualitas tahanannya berubah, tegangan yang dikirim ke ECU juga ikut berubah. Kualitas tegangan tersebut diterima ECU sebagai signal.

4.Air Flow Sensor (AFS)
Air Flow Sensor (AFS) merupakan sensor yang dipakai untuk mengenal tak sedikit sedikitnya udara yang bakal masuk ke dalam intake manipold. Biasanya sensor ini dipasang setelah filter udara serta bakal memberbagi pulsa tegangan terus besar apabila udara yang melaluinya terus tak sedikit alias sebaliknya. Sensor ini ada yang menyebutnya AFM (Air Flow Meter) alias juga MAF (Mass Air Flow).

5. Idle Air Control (IAC)
Idle Air Control (IAC) merupakan part yang mendeteksi/mengendalikan suplai udara ke intake manipold pada saat putaran idle (langsam). Sensor ini bisa berupa solenoid, motor listips alias bekerja sesuai dengan suhu air pendingin. Di berbagai sistem kendaraan tak jarang disebut Idle Speed Control (ISC) alias juga Idle Stem Motor.

6. Manifold Absolute Pressure Sensor (MAP Sensor)
Manifold absolute pressure alias sensor tekanan dalam manifold bekerja berdasarkan tekanan yang ada di dalam intake manifold. Tekanan yang terhitung seimbang dengan udara yang dialirkan di dalam intake manifold pada satu siklus. Volume udara yang masuk bisa dihitung dengan tutorial mengukur tekanan pada intake manifold. Lalu tekanan intake manifold disensor oleh tahap silicon chip. Silicon chip ini bermanfaat untuk mengubah tekanan udara menjadi kualitas tahanan, lalu kualitas tahanan tersebut di deteksi oleh IC yang ada pada sensor untuk selanjutnya dikirim ke ECU.

7. Oxygen Sensor (OS)
Oxygen sensor merupakan sensor yang bermanfaat untuk mendeteksi serta membandingkan apakah campuran bahan bakar serta udara gemuk alias kurus kepada campuran udara serta bahan bakar dengan cara teoritis. Oksigen sensor ini diletakkan di exhaust manifold serta terdiri dari elemen yang berbahan dasar zirconium dioxide (seperti keramik). Elemen ini dilapisi dengan lapisan tipis platina di tahap dalamnya serta juga luarnya. Udara yang masuk ke dalam sensor serta luar sensor bakal tekena gas buang.

8. Water Temperature Sensor (WTS)
Water temperature sensor merupakan sensor temperature air yang manfaatnya merupakan untuk mendeteksi suhu air pendingin. Pada sensor ini tersedia komponen thermister. Tutorial kerja dari WTS alias sensor temperature air yaitu apabila temperature mesin tetap di bawa suhu kerja alias temperaturnya rendah serta penguapan bensin juga rendah, maka diperlukan campuran bahan bakar serta udara yang gemuk. Tahanan pada thermister menjadi besar sebab ketika suhu air pendingin tetap rendah jadi signal yang dihasilkan THW bakal menjadi tinggi.

Kemudian signal tadi bakal dikirim ke ECU supaya ECU memerintahkan injektor untuk meningkatkan volume bahan bakar yang diinjeksikan begitupun sebaliknya apabila suhu air pendingin tinggi maka signal tegangan THW bakal menjadi turun alias rendah, signal tersebut bakal dikirim ke ECU supaya ECU memerintahkan injector untuk mengurangi jumlah bahan bakar yang diunjeksikan.

0 komentar:

Posting Komentar